Nyanyian Pujian Bagi Allah (Renungan Harian)

Kamis, 29 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 5

 

Setelah selesai berperang dan mengalahkan pasukan musuh, Debora dan Barak memuji Tuhan. Pujian yang mereka lantunkan kalau kita sama-sama perhatikan kalimat demi kalimat merupakan pernyataan-pernyataan yang penuh arti. Mereka mengungkapkan kesusahan yang dialami yang disebabkan karena menyembah allah lain. Kemudian mereka mengungkapkan bagaimana Tuhan bergerak menolong mereka dan memanggil Debora serta Barak untuk memimpin, juga memanggil orang-orang Israel yang ketakutan untuk bergerak maju. Selanjutnya diceritakan bagaimana peperangan itu berlangsung, bagaimana Tuhan menyertai pasukan Israel dalam berperang. Juga diceritakan bagaimana Yael mempunyai hikmat dan berjasa besar dalam membunuh panglima pasukan orang Kanaan. Kalau kita lihat pujian ini menceritakan pengalaman hidup dari pengarangnya, Debora dan Barak, dalam pergumulannya dengan Tuhan dan melihat pertolongan Tuhan bagi orang Israel.

Ketika membaca pujian ini saya teringat dengan lagu-lagu pujian dalam Kidung Rohani yang kita miliki. Banyak jemaat mungkin juga termasuk saudara-audari bertanya: kenapa sih lagu-lagu dalam kidung rohani susah untuk dihapal, membosankan ketika dinyanyikan? Ada simpatisan yang ketika beribadah di gereja kita mengatakan bahwa pujian di gereja kita bagaikan lagu pemakaman, begitu tenang. Karena hal-hal yang serupa sehingga kebanyakan kalau ditanya lebih baik memuji Tuhan dengan menggunakan kidung rohani atau lagu pujian umum yang mudah untuk diingat, enak untuk didengar, mungkin kebanyakan akan menjawab lebih suka menggunakan lagu pujian umum.

Beberapa waktu yang lalu mengenai lagu-lagu dalam Kidung Rohani kita ini pernah dibahas dalam sebuah forum di facebook, seorang saudara membagikan pengetahuannya mengenai musik jenis hymne yang ada dalam kidung pujian kita. Pujian-pujian dalam Kidung Rohani merupakan pujian jenis hyme, yaitu jenis lagu yang tersulit dibandingkan jenis-jenis lagu yang lain. Para pengarang menciptakan hymne tersebut berdasarkan pada pengalaman rohaninya dengan Tuhan. Bait-bait yang ada menunjukkan perjalanan rohaninya dari mulai mengalami penderitaan, dia percaya, berserah kepada Yesus, menunjukkan perjalanan iman yang semakin lama semakin kuat. Selain itu ada aturan bunyi dan akhir kalimat yang harus dipenuhi. Yang secara garis besar kalau kita gambarkan dengan pakaian yang kita kenakan adalah, lagu pujian umum yang termasuk lagu pop merupakan pakaian casual, santai yang mudah untuk disiapkan, mudah untuk dipakai, sedangkan lagu hymne merupakan pakaian pesta yang membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya, untuk memakainya. Ketika kita menghadap presiden, kita tidak bisa berpakaian santai. Pujian yang merupakan persembahan bagi raja segala raja pun kita berharap memberikan yang terbaik.

Pujian dalam Kidung Rohani merupakan sebuah persembahan bagi Tuhan ketika kita menyanyikannya, maka mari kita persiapkan dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: