Siklus Hidup yang Menyesatkan (Renungan Harian)

Rabu, 5 Desember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 10

 

Dalam kitab Hakim-Hakim kita bisa melihat betapa bangsa Israel merupakan bangsa yang tegar tengkuk dan mudah sekali untuk berpindah ke lain hati. Dari awal kitab Hakim-Hakim setidaknya sudah ada tujuh hakim yang pernah memerintah di suku-suku Israel. Beberapa generasi sudah lewat tapi yang terjadi selalu hal yang sama berputar-putar, sebuah siklus yang memperlihatkan bagaimana tegar tengkuknya bangsa Israel.

Setelah masa dua hakim, Tola dan Yair, bangsa Israel kembali melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Mereka menyembah para Baal, para Asytoret, para allah orang Aram, para allah orang Sidon, para allah orang Moab, para allah bani Amon, para allah orang Filistin dan meninggalkan Tuhan sama sekali (ayat 1-6). Oleh karena kejahatan mereka, Tuhan menyerahkan bangsa Israel ke tangan orang Filistin dan orang Amon. Delapan belas tahun lamanya bangsa Israel terjajah, hingga akhirnya mereka berteriak meminta tolong kepada Tuhan.

Ketika membaca kisah di Hakim-Hakim ini, kita mungkin berpikir kenapa bangsa Israel begitu mudah meninggalkan Tuhan, Allah yang hidup yang telah banyak menolong bangsa Israel dan tertarik menyembah kepada allah-allah yang terbuat dari batu, kayu, emas, perak, yang tidak bisa melakukan apa-apa, tidak bisa menyelamatkan bangsa Israel.

Tapi mungkin tanpa kita sadari hidup kita terjebak dalam siklus seperti bangsa Israel. Kita menyembah Tuhan Yesus. Ketika hidup kita tenang-tenang saja, semua kebutuhan tercukupi, kita terlena dan tertarik dengan hal-hal yang tidak bisa menyelamatkan kita, pada pekerjaan, pada uang, pada pemuasan diri dan meninggalkan Tuhan Yesus. Kita semakin jarang berdoa, semakin jarang pergi ke gereja karena sibuk dengan pekerjaan, dengan kesenangan kita pribadi, jalan-jalan, shopping dan hal-hal yang lainnya.

Ketika masalah menimpa, kita kembali mendekatkan diri kepada Tuhan, rajin berdoa, rajin beribadah, tapi ketika keadaan sudah aman kembali meninggalkan Tuhan.

Apakah siklus ini juga kita alami dalam kehidupan kita beribadah pada Tuhan? Kalau iya, mari kita tinggalkan sekarang juga. Uang, pekerjaan, hobi, kepuasan hidup tidak bisa menyelamatkan kita. Hanya Yesus Kristus yang bisa menyelamatkan kita. Paulus mengajarkan kepada kita untuk melatih diri kita beribadah karena ibadah bermanfaat untuk hidup ini dan hidup yang akan datang. Mari tingkatkan dari hari ke hari sehingga kita semakin dekat dan erat kepada Tuhan Yesus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: