Lupakan Masa Lalunya (Renungan Harian)

Kamis, 6 Desember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 11

 

Hakim-Hakim pasal yang ke-11 ini diawali dengan menceritakan latar belakang hakim yang selanjutnya yaitu Yefta. Yefta merupakan anak dari Gilead. Dia merupakan seorang pahlawan yang gagah perkasa. Kita bisa melihat buktinya bahwa walaupun Yefta telah diusir dari kaum keluarganya, banyak orang tetap mau datang mengikutinya (ayat 3). Selain itu, ketika bangsa Israel mengalami masalah, para tua-tua Gilead datang mencari dia untuk meminta pertolongannya memimpin pasukan Israel berperang menghadapi musuh yaitu bani Amon (ayat 5-8).

Yefta walaupun merupakan anak dari Gilead dan juga merupakan seorang pahlawan yang gagah perkasa, dia diusir oleh saudara-saudaranya dan penduduk Gilead karena dia merupakan anak seorang perempuan sundal (ayat 1-2).  Para tua-tua setuju dengan perkataan dari saudara-saudara lain ibu dari Yefta untuk mengusir dia padahal dia telah banyak berjasa sehingga layak disebut pahlawan hanya karena latar belakang ibunya di masa lalu. Sering kali tindakan dari saudara-saudara Yefta dan para tua-tua tanpa sadar kita lakukan. Ketika kita mengetahui masa lalu atau latar belakang dari seseorang yang sudah banyak berjasa bagi kehidupan kita, maupun bagi gereja, kita bisa saja memiliki pandangan yang seratus delapan puluh derajat berbeda dari sebelumnya. Tadinya mungkin kita menghormati dia, menjadikan dia sebagai panutan, mendengar setiap nasihat yang disampaikannya tapi begitu mengetahui latar belakangnya kita jadi membencinya, mengucilkannya, menganggap dia rendah. Tiba-tiba semua jasanya yang pernah diberikan pada kita hilang begitu saja ditelan oleh latar belakangnya.

Masa lalu adalah masa lalu, yang kita lihat adalah bagaimana keadaan orang itu pada saat ini. Walaupun dulu mungkin dia pernah berbuat kejahatan, memiliki latar belakang yang suram, yang menurut pandangan masyarakat bukanlah merupakan latar belakang yang terhormat, tapi keadaan bisa merubah dia. Tuhan sendiri melihat kepada keadaan orang itu pada masa sekarang. Ketika orang jahat bertobat, semua kejahatannya tidak diingat-Nya lagi, ketika orang benar menyimpang berbuat jahat dan tidak mau kembali maka kebenarannya di masa lalu tidak Tuhan perhitungkan lagi (Yeh. 18: 21-24).

Tidak ada seorangpun yang lahir ke dalam dunia ini bisa memilih latar belakang keluarganya. Kalau bisa memilih, maka setiap orang pasti memilih lahir dalam keluarga yang harmonis, terpandang, berkecukupan, dll.

Berusahalah untuk tidak menilai seseorang dari latar belakangnya, dari masa lalunya tapi nilailah, hargailah, pandanglah dia dari keadaannya pada masa sekarang. Tidak ada manusia yang memiliki latar belakang yang sempurna, tapi ketidaksempurnaan latar belakang seseorang tidak mempengaruhi bagaimana keadaan manusia itu pada saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: