Menjaga Pemberian Tuhan (Renungan Harian)

Minggu, 16 Desember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 13

 

Dalam pasal 13 ini kita membaca mengenai latar belakang asal-usul dari hakim terakhir yang tercatatkan dalam kitab Hakim-Hakim. Ini merupakan hal yang istimewa karena tidak ada hakim lain selain Simson yang diceritakan bagaimana latar belakang keluarganya, bagaimana kehidupan dari orang tuanya.

Kisah ini diawali dengan memberitahukan keadaan keluarga dari Manoah yaitu isteri dari Manoah mandul, tidak beranak (ayat 1-2). Ketika Malaikat TUHAN menampakkan diri dan memberitahukan bahwa mereka akan memiliki seorang anak laki-laki yang menjadi nazir Allah, hal ini merupakan sebuah kabar sukacita dan juga sebuah tanggung jawab yang harus dipikul (ayat 3-5, 13-14).

Tidaklah mudah untuk membesarkan anak laki-laki dengan menjauhkan dirinya dari apapun yang berasal dari pohon anggur, anggur, atau minuman yang memabukkan, makanan yang haram, rambut anak tersebut tidak boleh kena pisau cukur terlebih pada waktu itu masyarakat Israel ada dalam jajahan Filistin karena berbuat yang jahat di hadapan Tuhan, menyembah berhala, dan hari-hari masyarakat Israel dekat dengan anggur. Ketika musim pemetikan hasil anggur, akan ada banyak pemerasan anggur, sukacita. Mereka harus menghadapi masa-masa dimana anak tersebut ingin minum anggur atau makan buah anggur, bertanya kenapa dia tidak boleh dekat-dekat dengan anggur. Belum lagi anak itu akan memiliki penampilan yang berbeda dibanding dengan anak-anak laki-laki pada umumnya karena rambutnya tidak pernah dicukur. Secara keseluruhan kehidupan anak itu berbeda dari kehidupan anak-anak pada umumnya.

Manoah ketika mendengar perkataan Malaikat TUHAN dari isterinya itu meminta supaya Malaikat TUHAN kembali dan memberitahukan bagaimana mereka harus membesarkan anak tersebut (ayat 8).

Kehidupan dari anak-anak kita mungkin tidak jauh dari keadaan Simson. Mereka terlahir dalam keluarga Kristen dimana kehidupan mereka berbeda dengan anak-anak dunia, mereka harus menjaga kekudusan diri. Anak-anak duniawi bisa memuaskan keinginan mereka, bertindak lebih bebas dari anak-anak Tuhan.  Mari sebagai orang tua yang bertanggung jawab kita membesarkan anak-anak bukan hanya mereka sukses dalam dunia tapi terlebih lagi sukses sebagai anak-anak Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: