Bahaya Mata (Renungan Harian)

Senin, 17 Desember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 14

 

Simson tumbuh besar dan menjadi seorang pemuda yang gagah. Pada saat dia ada di Timna, dia menyukai seorang gadis Filistin dan kemudian meminta kepada kedua orang tuanya untuk meminang gadis itu bagi dirinya. Kedua orang tuanya menyatakan keberatan terhadap permintaan Simson tapi Simson tetap berkeras meminta supaya kedua orang tuanya meminang perempuan Filistin tersebut (ayat 1-3). Simson berkeras meminta kedua orang tuanya untuk meminang gadis tersebut karena gadis tersebut menarik di pandangan Simson (ayat 7).

Simson merupakan seorang nazir Allah, yang ditentukan sejak dia ada dalam kandungan. Kelahirannya dinubuatkan oleh Tuhan. Kedudukannya spesial, tidak dimiliki oleh anak-anak Israel lainnya. Akan tetapi di sini kita melihat bagaimana sikapnya tidak mempedulikan kedudukan yang dimilikinya. Dia mau menikahi seorang perempuan Filistin karena dipandangan matanya perempuan tersebut menarik.

Keinginan mata merupakan salah satu senjata iblis yang ampuh untuk menarik seseorang ke dalam dosa, termasuk orang-orang yang dipilih Allah. Tuhan sudah melarang bangsa Israel untuk mengambil pasangan dari luar Israel (Ul. 7:3). Tapi Simson tidak mempedulikan hal tersebut, mengabaikan kedudukannya sebagai nazir Allah karena sesuatu yang menyenangkan hatinya ketika dia melihatnya.

Kadang kalau kita renungkan dalam kehidupan kita bisa jadi kita bertindak seperti Simson. Karena keinginan daging, keinginan mata, atau keangkuhan hidup kita mengabaikan kedudukan sebagai anak Allah dan melakukan apapun untuk meraih apa yang menarik hati kita. Ketika kita mengharapkan kenaikan jabatan dalam pekerjaan tapi ada saingan, tanpa segan kita menjegalnya dengan cara yang tidak benar. Ketika kita melihat ada seorang karyawan yang rajin, hasil kerjanya memuaskan tapi dia bekerja untuk orang lain, kita membajak dia dari tempat kerja dan menarik dia untuk menjadi karyawan kita. Sering kali kita hidup tidak mencerminkan kedudukan kita sebagai anak Allah yang berbeda dengan dunia.

Dalam ayat 4 dikatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Simson berasal dari Allah bukan berarti bahwa Simson memiliki kesukaan ketika melihat perempuan Filistin itu karena Allah yang menjadi dalang di belakangnya tapi Tuhan membiarkan hal itu terjadi. Tuhan membiarkan Simson mengambil keputusan untuk menikahi perempuan Filistin tersebut. Tapi perlu kita sama-sama ingat bahwa Tuhan membiarkan bukan berarti Tuhan berkenan atau menyetujuinya. Jangan sampai ketika kita melakukan sesuatu yang berbeda dengan ajaran Alkitab lalu tidak terjadi apa-apa dalam kehidupan kita, hidup kita tenang-tenang saja lalu kita berpikir berarti Tuhan menyetujuinya, kita tidak melakukan kesalahan. Apa yang menjadi kehendak Tuhan sudah tertulis dalam Alkitab, Tuhan baru akan angkat bicara meminta pertangungjawaban atas semua tindakan kita pada saat penghakiman nanti.

Berhati-hatilah melangkah, jangan sampai kita melakukan sesuatu hanya karena dorongan mata, nafsu tapi telitilah terlebih dahulu apakah keinginan, nafsu kita itu sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: