Bertindak Menurut Keinginan Diri (Renungan Harian)

Kamis, 20 Desember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 17

 

Mulai pasal 17 ini kita tidak lagi membaca kisah mengenai hakim yang memerintah bangsa Israel. Pasal 17-21 menceritakan mengenai keadaan masyarakat, kebobrokan moral bangsa Israel oleh karena tidak ada pemimpin yang membimbing mereka untuk tetap berjalan dalam Tuhan.

Pasal 17 ini menceritakan kehidupan dalam rumah Mikha, seorang Israel dari pegunungan Efraim. Kisah ini diawali dengan hilangnya uang perak milik ibunya Mikha yang ternyata diambil oleh anaknya sendiri. Satu kesimpulan besar dari kisah ini adalah bagaimana setiap orang bertindak menurut pemikirannya sendiri. Ibu Mikha tadinya mengutuk orang yang mengambil uang perak tersebut. Akan tetapi setelah ketahuan bahwa Mikha yang mengambilnya, dia mengubah kutuk menjadi berkat dan memberikan alasan bahwa sebenarnya uang itu diberikan kepada Mikha untuk dikuduskan bagi Tuhan (ayat 1-3).

Mungkin kita bisa katakan bahwa apa yang dilakukan ibunya Mikha ini merupakan sebuah bentuk kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Tapi kasih sayang ini merupakan kasih sayang yang salah, tidak berada dalam kebenaran sehingga membawa Mikha menjauh dari Tuhan.

Mikha sendiri berusaha mencari pembenaran diri. Ini bisa dilihat dari perkataannya ketika seorang Lewi datang dan mau menjadi imam di rumahnya, mengurusi ibadah dalam rumah Mikha. Tadinya dia mentahbiskan anaknya sendiri untuk menjadi imam, tapi kemudian datang seorang Lewi. Dari keadaan ini, Mikha menyimpulkan bahwa tindakannya membuat patung pahatan, mendirikan mezbah dan sujud menyembah kepada patung tersebut disertai Tuhan.

Berusaha mendirikan kebenaran sendiri seperti Mikha kadang tanpa sadar kita lakukan, meyakinkan diri bahwa apa yang dilakukannya tidak salah di hadapan Tuhan. Salah satu patokan kita untuk membenarkan diri adalah dengan perkataan dari pendeta, diaken/is, penatua. Tidak jarang jemaat berkonsultasi kepada beberapa pendeta kemudian mengambil perkataan seorang pendeta yang paling dekat dengan keinginannya. Atau ada juga orang yang sebenarnya sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu tapi dia mencari pendukung, pembenaran dengan bertanya terus kepada pendeta-pendeta, diaken-diakenis, penatua sampai bertemu dengan pendapat yang mendukung tindakannya dan kemudian berpegang pada pendapat itu melakukannya.  Bisa juga dilakukan dengan mencari ayat-ayat dalam Alkitab yang bisa mendukung tindakannya, sehingga dia asal mengambil ayat dalam Alkitab.

Mari kita tunduk dan taat pada perintah Tuhan, mendengar nasihat dari hamba Tuhan yang sesuai dengan Alkitab, jangan berusaha mencari pembenaran diri padahal kita sudah tahu kalau kita bersalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: