Bahaya Tanpa Pemimpin (Renungan Harian)

Normal
0

false
false
false

IN
ZH-TW
X-NONE

Jumat, 21 Desember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 18

 

 Kisah dari patung pahatan Mikha masih terus berlanjut. Kalau kita membaca dengan seksama pasal ini ternyata kisah Mikha dan patung pahatannya ini terjadi di waktu-waktu awal dari bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Walaupun kisah Mikha dan patung pahatannya dituliskan di pasal 17 dan 18 tapi sebenarnya kejadian ini terjadi di masa-masa hakim yang pertama atau kedua. Hal ini bisa dilihat bahwa ternyata orang Lewi yang di akhir pasal 17 merupakan cucu dari Musa dari Gersom yang bernama Yonatan (ayat 30). Selain itu pada waktu itu bani Dan belum memiliki tanah pusaka dan masih mencari tempat untuk mereka tinggali di tanah Kanaan (ayat 1-2). Mungkin kisah ini hanya terjadi dalam kurung waktu tahunan setelah Yosua meninggal.

Fakta di atas mengingatkan kepada kita betapa mudahnya iman seseorang berbalik. Orang-orang Israel ini merupakan orang-orang yang melihat mujizat-mujizat Tuhan terjadi di depan matanya, mungkin hanya berselang satu generasi. Tapi ketika tidak ada pemimpin, mereka terserak dan bertindak menurut keinginan mereka sendiri.

Dalam gereja ada pemimpin-pemimpin rohani yang memimpin kita dalam perkembangan iman. Peranan mereka sangat dibutuhkan dalam kehidupan kerohanian kita. Jangan kita menjauhkan diri dan berpikir bahwa kita bisa memelihara iman kita sendiri tanpa memerlukan bantuan saudara-saudari seiman kita. Saya sendiri pernah mengalami masa-masa dimana saya menjauh dari gereja, dari kumpulan umat pilihan dan bertindak sendiri. Minggu-minggu pertama tidak mengikuti ibadah, tidak ada perubahan dalam iman saya, tapi berjalannya waktu pelan-pelan iman semakin luntur, dan pandangan moral berubah sehingga tanpa sadar saya memiliki pandangan yang berbeda jauh dari ketika saya ada dalam gereja.

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibr. 10:25) Ayat ini mengingatkan bahwa dalam gereja, kita saling membangun, menasihati dan menjaga. Ada beberapa orang yang menjauhkan diri dan kelihatannya mereka hidup biasa-biasa saja, tetap diberkati dalam kehidupan jasmani, tidak ada masalah. Jangan kita meniru mereka karena apa yang tampak di luar belum tentu merupakan keadaan yang sebenarnya. Tampak luar mereka kelihatannya berisi padahal dalam hati mereka kosong. Dari luar kelihatannya tidak ada masalah, diberkati padahal dalamnya belum tentu mereka masih disertai Tuhan.

Mari terus mendekatkan diri pada jemaat dan pemimpin-pemimpin rohani kita, menumbuhkan iman kita semakin kuat dalam Tuhan Yesus.

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
text-align:justify;
text-justify:inter-ideograph;
line-height:150%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: