Pemazmur Israel yang Disenangi

Manusia biasa diingat oleh karena penemuan besarnya, inovasi mengagumkan, atau pencapaian hebat yang berpengaruh pada sejarah serta kemasyarakatan. Semua pencapaian itu biasanya dirangkum dalam batu nisan. Misalnya batu nisan Thomas Jefferson bertulis: DI SINI DIKUBURKAN THOMAS JEFFERSON, PENULIS DEKLARASI KEMERDEKAAN AMERIKA, STATUTA VIRGINIA MENGENAI KEBEBASAN BERAGAMA, DAN BAPAK UNIVERSITAS VIRGINIA.

Jika kita diminta menuliskan batu nisan Daud dalam Alkitab, apa yang akan kita muat? Mungkin deskripsi seperti “Pemenang melawan Goliat”, “Raja Israel yang Perkasa”, atau “Penakluk Filistin.” Memang, Daud memiliki banyak prestasi dan gelar secara duniawi. Namun penulis 2 Samuel, sebelum mencatatkan kata-kata penghabisan Daud, memutuskan untuk mengisahkannya dengan sangat berbeda.

Inilah perkataan Daud yang terakhir:

“Tutur kata Daud bin Isai

dan tutur kata orang yang diangkat tinggi,

orang yang diurapi Allah Yakub,

pemazmur yang disenangi di Israel.”

(2 Samuel 23:1)

Secara garis besar, tiga deskripsi pertama merangkum tahap-tahap kehidupan Daud. Sedang yang terakhir, menjelaskan apa yang dilakukan Daud – bukan sebagai ksatria di masa mudanya atau sebagai raja di masa dewasanya, tetapi sebagai pemazmur seumur hidupnya. Mengesampingkan semua pencapaian luarbiasanya, Alkitab mengingat Daud untuk hal-hal yang paling mudah dilupakan orang – ucapan syukurnya serta puji-pujiannya untuk Tuhan.

Setiap hari, kita dapat belajar rajin dan bekerja tanpa lelah dengan harapan pada akhirnya nanti, kita dapat diingat atas kontribusi kecil kita pada dunia. Tetapi jangan sampai kita lupa, bahwa pengakuan manusia dapat lenyap bersama dunia, tetapi pengakuan Tuhan tetap selamanya. Hati yang kita curahkan untuk pelayanan mungkin dilupakan banyak orang, tetapi akan selamanya diingat oleh Tuhan.

Semoga kita diingat bukan hanya karena pencapaian dunia kita, tetapi lebihi karena pelayanan seumur hidup kita untuk Tuhan.

 Pertanyaan untuk Renungan

 

  1.  Bagaimana kita akan diingat? Apa kita berharap untuk diingat oleh manusia karena status dan gelar kita, atau oleh Tuhan karena persembahan kita untukNya?
  2.  Apa yang dapat kita persembahkan untuk mendapat pengakuan dari Tuhan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: