Disukai Tuhan dan Manusia

Kamis, 21 Maret 2013

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 2

Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.

1 Samuel. 2:26

 

Ketika membaca ayat di atas saya teringat dengan sebuah iklan dimana disitu diceritakan seorang pemuda dalam berusaha mendapatkan perhatian dari temannya, dia mengeluarkan uang. Ketika berusaha mendapatkan sapaan dari temannya, dia harus mengeluarkan uang. Ketika membutuhkan penghiburan karena ulangannya mendapat nilai jelek, dia mengeluarkan uang dan memberikan kepada temannya, kemudian temannya itu dari tadinya mengacuhkan dia jadi menghibur dirinya. Walaupun ini hanya sebuah iklan tapi setidaknya ini memberikan sebuah gambaran singkat bagaimana kehidupan orang zaman sekarang.

Disukai dalam pergaulan merupakan sebuah harapan yang kita miliki. Banyak orang berusaha dengan keras bahkan melebihi kekuatannya, hanya untuk mendapatkan pengakuan dan rasa suka dari sesama karena memang disukai sesama merupakan kebutuhan dasar manusia.

Samuel tumbuh dalam lingkungan yang bisa dikatakan kurang baik karena Hofni dan Pinehas, imam-imam yang ada, dan bujang-bujang mereka bertindak dursila padahal lingkungan mereka adalah lingkungan ibadah. Para perempuan yang melayani di pintu Kemah Pertemuan pun terlibat dalam perzinahan dengan anak-anak imam Eli tersebut. Imam Eli pun tidak memberikan contoh yang tegas dalam menengakkan kebenaran. Suatu hal yang luar biasa bahwa dia bisa tumbuh dengan baik, terlebih lagi ayat di atas memberi sebuah pernyataan bahwa Samuel disukai oleh Tuhan dan manusia.

Kadang dalam pikiran kita terkonsep bahwa ketika kita mendekatkan diri pada Tuhan, kita akan dijauhi oleh teman-teman kita atau ketika kita mendekatkan diri pada teman-teman, kita akan menjauh dari Tuhan. Hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi, kita bisa dekat dengan Tuhan sekaligus dekat dengan teman-teman kita, yang terpenting kita bisa memegang prinsip hidup kita dengan baik. Jadikan Tuhan sebagai patokan yang utama. Saya ingat dulu, orang Kristen lebih mudah mendapat pekerjaan karena ada anggapan umum bahwa orang Kristen pasti lebih baik, Kristen menjadi sorotan masyarakat karena standar yang diterapkan masyarakat bagi kita lebih tinggi dibanding yang lain. Kita teliti apakah keadaan itu masih tetap atau sudah berubah? Sungguh mengenaskan ketika mendengar berita bagaimana orang Kristen berubah menjadi mudah marah, melakukan korupsi, melakukan tindakan-tindakan tercela, tidak ada perbedaan dengan orang dunia.

Samuel bisa tumbuh disukai di hadapan Tuhan dan di hadapan manusia, maka untuk kita disukai Tuhan dan manusia juga bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai dan dilakukan. Bukanlah hal yang mustahil untuk menerapkan perintah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendapat kesuksesan dalam dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: