Membersihkan Noda dalam Hati

Sumber: http://ia.tjc.org/elibrary/ContentDetail.aspx?ItemID=25703

 

Set, set, set… ada noda di lantai yang tidak juga menghilang. Set, set, set…

 

Perlahan-lahan noda memudar karena terusap kain pel hingga nyaris tak terlihat. Untuk sesaat saya menanyai diri sendiri, “Aku sangat lelah membersihkan noda ini. Apakah aku harus tetap membersihkannya? Tidak ada yang tahu kalau kutinggalkan seperti ini saja.” Tiba-tiba sebuah pikiran muncul dalam benak saya, “Bagaimana kalau noda ini adalah kebiasaan-kebiasaan burukku?”

Bagaimana jika saya telah berusaha memperbaiki kesombongan, cepat tersinggung, dan ketidaksabaran saya menjadi seorang yang kelihatan lebih lembut, namun ternyata ada hati yang meledak-ledak di balik senyum ketika menemui situasi buruk? Tidak ada yang tahu betapa saya masih seorang pemarah.

Teman-teman saya dapat berkata, “Kau sudah berubah!” Saudara-saudari di gereja dapat berkomentar, “Kau telah sangat berbeda dibanding dulu.” Tetapi jejak pudar diri yang lama masih tertinggal di dalam hati. Apa yang akan Yesus katakan mengenai ini?

Dalam Matius 6 Yesus mengecam orang Farisi karena bersikap baik di depan muka umum agar terlihat orang-orang lain. Orang Farisi mementingkan kebersihan jasmani dan ritual-ritual tetapi melupakan keadaan hati mereka. Walaupun orang lain tidak dapat melihat apa yang tersembunyi dalam hati, kita harus ingat bahwa ada satu yang bisa – Tuhan Yesus yang kepadanya kita bertanggung jawab.

Akuilah ketidaksucian kita pada Tuhan. Minta Tuhan untuk menghilangkan sepenuhnya noda-noda yang tertinggal dalam hati kita. Jadilah terbasuh lebih putih dari salju.

 

Sesaat saya berpaling kembali pada noda di lantai. “Hanya tinggal beberapa sapuan lagi,” pikir saya dan mengepelnya sampai bersih.

Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! (Mazmur 51:7)


Renungan:

  1.  Apa saja noda-noda dalam hati kita?
  2.  Apakah penting bagi kita untuk membersihkan noda-noda ini? Apakah kita telah berhenti berusaha membersihkannya? Langkah apa yang dapat kita ambil untuk membersihkan noda-noda ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: