Kemuliaan Tuhan


1 Samuel 5

 Setelah tabut perjanjian Tuhan direbut, dalam pasal ini kita melihat bagaimana perjalanan dari tabut perjanjian itu di tanah orang Filistin. Ada banyak kejadian yang memperlihatkan kemuliaan dan kekuasaan Tuhan. Beberapa hal yang bisa kita lihat dalam pasal ini:

Tuhan merupakan Allah Mahatinggi (1 Sam. 5:1-5)

Orang-orang Filistin meletakkan tabut Tuhan yang telah mereka rampas di samping patung Dagon, allah orang Filistin. Yang terjadi, dua hari berturut-turut keesokan paginya Dagon terjatuh dengan muka ke tanah di hadapan tabut Tuhan. Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan merupakan Allah yang Esa, tidak ada yang bisa disamakan dengan Dia, berdiri sejajar dengan Dia.

Kadang dalam kehidupan kita tanpa sengaja kita meletakkan sesuatu dalam hidup kita dan mensejajarkannya dengan Tuhan, entah itu pengetahuan, kekayaan, atau diri orang lain. Beberapa hari yang lalu di saya melihat ada kerumunan orang yang berkumpul dari siang sampai malam hari di sebuah radio yang terletak di sebrang gereja tempat saya bertugas. Mereka berkumpul menantikan artis idola mereka yang dijadwalkan akan mengadakan jumpa pers di sana. Mereka rela dijemur di panas terik matahari siang hari yang dilanjutkan dengan hujan yang turun di sore hari, padahal tidak disediakan tempat duduk. Apakah kita mau berkorban sampai seperti itu ketika mengikuti ibadah di gereja?

Kita rela menempuh perjalanan yang jauh dan harus menghadapi kemacetan untuk bertemu dengan klien bisnis dengan harapan dia akan memberikan keuntungan bagi usaha kita, rela menunggu sampai berjam-jam untuk seseorang yang kita cintai dengan harapan dia akan menghargai pengorbanan dan menerima cinta kita. Maukah kita melakukan itu juga untuk Tuhan Yesus yang dengan nyata telah memberikan milik yang paling berharga untuk kita dan mencintai  kita?

Tuhan merupakan Allah semua makhluk (1 Sam. 5: 6-12)

Orang-orang Filistin ditekan Tuhan dengan borok-borok dan kematian, walaupun orang-orang Filistin itu tidak mengenal dan tidak percaya kepada Tuhan. Hal ini mengingatkan kita bahwa Dia adalah empunya alam semesta dan semua makhluk yang ada di dalamnya baik makhluk itu mengenal Tuhan atau tidak. Dia adalah Allah yang mengendalikan hidup dan mati. Tuhan Yesus bukan hanya Allah orang Kristen.

Kita bisa percaya dan bersandar kepada Tuhan Yesus dalam setiap keadaan dan masalah yang kita hadapi. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dia bisa bekerja melalui tangan orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya. Satu hal yang pasti ketika Tuhan bekerja, Dia tidak akan menolong kita dengan cara-cara yang bertentangan dengan kebenaran. Ini yang harus kita ingat senantiasa dalam diri kita.

Kemuliaan dan kekuatan Tuhan tampak di antara orang Filistin sehingga mereka ketakutan. Apakah kita menyatakan kemuliaan Tuhan dan membawa keharuman dalam kehidupan kita?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: