Belum Pernah Kena Kuk

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 6

 

Tujuh bulan tabut perjanjian TUHAN ada di tanah milik orang Filistin. Kemudian akhirnya bangsa Filistin memutuskan untuk mengembalikan tabut perjanjian TUHAN tersebut ke orang Israel. Mereka mengembalikan dengan mengangkutkannya pada sebuah kereta dan membiarkan kereta yang ditarik lembu tersebut berjalan dengan sendirinya. Yang menarik bahwa orang Filistin menggunakan lembu betina yang masih menyusui dan belum pernah kena kuk, yang artinya lembu-lembu itu belum pernah dipakai untuk melakukan pekerjaan (1 Sam. 6: 7-8).

Melihat perilaku lembu tersebut yang mengangkut tabut perjanjian TUHAN kembali ke daerah orang Israel, saya diingatkan akan bagaimana sikap kita melayani Tuhan.

Biasanya seekor lembu yang belum pernah mengenakan kuk akan dipasangkan dengan seekor lembu yang sudah berpengalaman sehingga lembu yang baru tersebut belajar perlahan-lahan untuk memikul beban kuk tersebut dan menjadi terbiasa.

Ini adalah sebuah proses yang kita harapkan terjadi dalam kehidupan kita, bisa belajar secara perlahan-lahan dan mendapatkan bimbingan dari yang lebih berpengalaman. Proses ini juga kita harapkan dalam pelayanan kita pada Tuhan Yesus. Ketika kita terjun untuk melayani, ada seseorang yang membimbing kita, mengajarkan kepada kita apa yang harus dilakukan.

Ketika kita melayani di bidang pelayanan yang sudah ada, kita bisa menemukan keinginan kita untuk mendapatkan bimbingan. Kesulitan yang muncul biasanya pelayanan yang sudah ada memiliki orang-orang yang sudah ada untuk melayani sehingga semakin terbatas kesempatan seseorang untuk melayani Tuhan. Gereja selalu berusaha mencari cara bagaimana supaya setiap jemaat terlibat dalam pelayanan dan salah satunya adalah dengan menyediakan bidang pelayanan yang baru, atau kita sendiri yang berinisiatif untuk mencarinya. Tapi kalau kita melayani di bidang yang baru kemungkinan besar kita tidak bisa menemukan pembimbing yang berpengalaman. Disinilah kita belajar beriman kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan akan memperlengkapi kita dengan kemampuan atau apapun yang kita butuhkan untuk melayani Tuhan seperti Tuhan memperlengkapi Bezaleel dan Aholiab dengan keahlian dan pengertian, pengetahuan dalam membuat barang-barang Kemah Suci (Kel. 31:1-11).

Seperti sepasang lembu tersebut baru pertama kali dikenakan kuk, dan dengan dipimpin Tuhan mereka membawa tabut perjanjian TUHAN kembali ke tanah Israel, percayalah kepada Yesus bahwa Dia sendiri yang memimpin, membimbing kita dalam melayani-Nya dan memberikan kepada kita kekuatan dan kemampuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: