Raja Terpilih

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 9

 

Dalam pasal sebelumnya kita membaca bagaimana bangsa Israel menghendaki seorang raja untuk mereka. Permohonan ini berarti mereka menginginkan dipimpin oleh manusia, bukan oleh Tuhan. Keinginan mereka ini berarti juga menolak Tuhan untuk menjadi raja atas mereka.

Dalam pasal ini kita membaca bagaimana Tuhan memilih Saul menjadi raja atas orang Israel. Kita bisa melihat bahwa pilihan Tuhan ini merupakan yang terbaik. Saul memiliki kecakapan jasmani dan rohani.

Kita bisa membaca dalam pasal ini bahwa Saul elok rupanya dan tidak ada diantara orang Israel yang lebih elok, dia juga seorang yang tinggi, lebih tinggi sebahu dari rata-rata orang Israel. (1 Sam. 9:2). Selain itu Saul banyak memiliki kelebihan dalam sikapnya: (1). Dia merupakan seorang yang bertanggung jawab. Walaupun dia merupakan anak seorang yang berada, tapi dia melaksanakan tugas dengan baik, berusaha menemukan keledai-keledai betina milik ayahnya (1 Sam. 9:3-5); (2). Seorang yang memperhatikan perasaan orang lain (1 Sam. 9:5); (3). Mau mendengarkan saran dari orang yang kedudukannya lebih rendah (1 Sam. 9:6); (4). Merupakan seorang yang tahu sopan santun (1 Sam. 9: 7-8); (5). Seorang yang rendah hati (1 Sam. 9:20-21).

Kita bisa melihat pemilihan Tuhan atas Saul menunjukkan bagaimana Tuhan begitu memperhatikan umat pilihan-Nya. Dia memberikan yang terbaik atas apa yang diminta oleh bangsa Israel walaupun bangsa itu menyakiti hati-Nya. Inilah contoh kasih yang sempurna.

Kita bisa yakin dan percaya bahwa Tuhan sangat mengasihi kita, dan kasih-Nya merupakan kasih yang sempurna. Melihat kasih Tuhan ini mengingatkan kepada kita untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik pada Tuhan dan meneladani apa yang telah Dia lakukan. Saat ada dalam dunia Tuhan Yesus telah memerintahkan kita untuk mengasihi mereka yang menganiaya dan membenci kita. Dia sendiri telah mencontohkan-Nya dengan jelas, ketika ada di atas kayu salib Dia memohonkan supaya Bapa mengampuni kesalahan yang orang-orang lakukan (Luk. 23:34).

Kalau kita mau berusaha, kita pun bisa mengasihi bukan saja orang yang mengasihi kita tapi juga orang yang membenci kita. Paulus, Stefanus dan para rasul merupakan orang-orang yang telah berhasil melakukan hal tersebut. Jadilah sempurna sama seperti Bapa di Sorga yang sempurna (Mat. 5:48).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: