Jangan Berhenti

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 12

 

“Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: “Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.”

1 Samuel 12:20

Ini merupakan pesan terakhir dari Samuel kepada bangsa Israel. Samuel telah mempertanggungjawabkan kedudukannya sebagai hakim di hadapan bangsa Israel. Dia mengingatkan bagaimana Tuhan menjaga bangsa Israel walaupun mereka telah meninggalkan Tuhan (ayat 6-11). Samuel juga mengingatkan bahwa sebenarnya keinginan bangsa Israel untuk menjadi sama dengan bangsa-bangsa lain, memiliki raja, merupakan sebuah kesalahan. Bahkan Samuel menunjukkan sebuah tanda bahwa permintaan tersebut memang bukanlah sebuah permintaan yang diperkenan Allah yaitu dengan meminta hujan di musim menuai yang merupakan sebuah tanda yang nyata karena pada waktu musim menuai tidak mungkin turun hujan (ayat 17-18). Kesalahan bangsa Israel telah nyata merupakan sebuah kebenaran, bukan sekedar dugaan ataupun pemikiran Samuel semata.

Semangat yang diajarkan Samuel selanjutnya mengingatkan bansa Israel untuk tidak takut dan tidak berputus asa. Pelanggaran yang berat memang telah mereka lakukan, tapi bukan berarti kehidupan telah selesai. Samuel mengajarkan sebuah semangat untuk terus berjuang sampai akhir.

Kita merupakan anak-anak Tuhan yang telah dikuduskan dengan darah Yesus Kristus. Akan tetapi dalam menanti kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, kita bisa melakukan pelanggaran-pelanggaran, berat maupun ringan, yang tidak kita sadari. Ketika kita menyadari bahwa kita telah melakukan pelanggaran terhadap perintah Tuhan, jangan menyerah dan menganggap bahwa sia-sia bagi kita untuk tetap mengikuti Tuhan, atau berpikir kepalang tanggung. Lakukanlah pertobatan dan tetaplah berusaha untuk ada di jalan Tuhan. Selama kita masih bernapas, masih ada kesempatan bagi kita untuk menggerakkan hati Tuhan dan memohon pengampunan.

Tapi jangan menganggap hal ini merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat dosa karena sangat riskan bagi kita untuk melepaskan keselamatan yang telah ada di genggaman tangan hanya untuk sebuah kesenangan yang bersifat sementara. Kita tidak tahu pasti apakah kita telah berhasil menggerakkan hati Tuhan atau tidak. Kita bisa mengetahui hasilnya nanti pada saat penghakiman dan pada saat itu kita hanya bisa pasrah, tidak ada jalan kembali.

Jagalah dengan baik keselamatan yang telah diberikan Tuhan melalui darah Yesus Kristus dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: