Kekuatiran Hati

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 13

 Saul memerintah atas bangsa Israel dan memiliki pasukan yang beserta dengannya. Yonathan dan pasukannya melakukan peperangan dengan orang Filistin dan mereka memengkan peperangan tersebut. Hal ini makin menambah semangat dari Saul, dan dia mengajak bangsa Israel untuk berkumpul (ayat 1-4).

Orang-orang Filistin kemudian akhirnya mengerahkan pasukannya dengan jumlah yang besar. Melihat pasukan tersebut, bangsa Israel merasa gentar dan banyak yang melarikan diri bersembunyi. Melihat hal tersebut kita bisa bayangkan bagaimana perasaan Saul. Awalnya dia bersemangat ketika akhirnya bangsa Israel mengakuinya sebagai raja, kemudian Yonathan memperlihatkan kepahlawanan, dan makin banyak orang Israel yang berkumpul mengikutinya. Tapi kemudian dia melihat bagaimana satu persatu rakyat yang bersama dengannya melarikan diri bersembunyi dari orang Filistin, selain itu melihat pasukan orang-orang Filistin yang jumlahnya tidak terhitung banyaknya seperti pasir di tepi laut. Samuel yang telah berjanji akan datang, ternyata tidak datang-datang juga.Akhirnya Saul melakukan pelanggaran yaitu dengan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan dengan tangannya sendiri (ayat 8-9).

Kekuatiran memang sesuatu yang tidak mudah untuk dihilangkan dari dalam hati. Saul telah melihat bagaimana semua yang dinubuatkan oleh Samuel telah terjadi (1 Sam. 10:2-16) dan hanya tinggal satu saja yaitu janji Samuel untuk datang kepada Saul di Gilgal. Kalau kita lihat, hanya tinggal sebentar waktu lagi maka Samuel datang kepada Saul karena ternyata baru saja Saul mempersembahkan korban Samuel datang.

Kita mungkin sering mengalami keadaan seperti yang Saul alami. Menunggu dengan penuh kekuatiran, akhirnya mengambil sebuah keputusan dan ternyata setelah keputusan tersebut kita lakukan datang sebuah pertolongan yang lebih baik. Semua terjadi karena kekuatiran yang menggantung di hati kita.

Saat ini kehidupan semakin berat, banyak kekuatiran-kekuatiran yang menggantung dalam hati. Contoh dalam pekerjaan, yang dulunya kita bisa mendapat untung dengan mudah sekarang banyak saingan dan untungnya pun sedikit; kalau kita tidak bergerak cepat maka peluang bisnis itu akan berlalu dari kita dan akhirnya kita tinggal gigit jari. Apa yang kita lakukan ketika ternyata klien yang kita tunggu-tunggu menghubungi kita saat waktunya ibadah Sabat, atau dia mengajak bertemu pada waktu jam ibadah. Apakah kita tolak atau kita terima?

Mari kita ingat apa yang dijanjikan Tuhan Yesus “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang kana kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semuanya itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.” (Mat. 6:31-33).

Percayalah kepada janji Tuhan Yesus dan yakinlah bahwa Dia pasti akan memenuhi janji tersebut. Jangan sampai kita menyesal seperti Saul. Baru saja kita melakukan sesuatu pelanggaran perintah Tuhan untuk menghilangkan kekuatiran kita, ternyata ada pertolongan dari Tuhan yang datang. Yakinlah dan percayalah kepada-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: