Iman Dua Generasi

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 14

Dalam Pasal kali ini diceritakan mengenai Yonathan dan Saul. Kita bisa melihat perbandingan dua generasi ini. Yonathan bersama dengan bujang pembawa senjatanya berniat untuk menyeberang ke perkemahan orang Filistin. Yonathan memperlihatkan iman yang begitu besar.Dia yakin pada kekuatan Tuhan, walau hanya berdua dengan bujangnya tapi dia percaya bahwa jika Tuhan turut campur maka tidak ada yang mustahil (ayat 6). Dia berdoa kepada Tuhan, dia meminta suatu tanda dalam doanya (ayat 8-10), dan ketika tanda tersebut diberikan, dia tidak ragu untuk menyeberang ke pasukan Filistin (ayat 11-13). Tuhan menyertai Yonathan sehingga terjadi kegentaran yang dari Tuhan (ayat 14-15, 20).

Saul ketika mendengar keributan di perkemahan orang Filistin, dia meminta supaya dibawakan baju efod. Sebuah langkah awal yang baik dimana dia mau bertanya kepada Tuhan. Akan tetapi ketika Saul berbicara dengan imam, kegaduhan di perkemahan Filistin semakin lama semakin besar sehingga akhirnya Saul tidak jadi bertanya kepada Tuhan. Mungkin tindakan Saul ini dilatarbelakangi kekuatirannya terhadap Yonathan, anaknya, karena dia tahu bahwa anaknya itu tidak ada di perkemahan, atau karena rasa penasaran sehingga dia tidak sabar untuk bertanya kepada Tuhan.

Ketidaksabaran atau kekuatiran kadang membuat kita yang tadinya memiliki rencana untuk bertanya kepada Tuhan jadi mengurungkan niat.

Yang satu bertanya kepada Tuhan, yang satu tidak bertanya kepada Tuhan, Sehingga kita bisa melihat bagaimana langkah selanjutnya, Saul terdesak pasukan Filistin dan pada saat terdesak tersebut dia mengucapkan kutuk yang malah merugikan pasukannya sendiri.

Jangan sampai keadaan mempengaruhi komunikasi kita dengan Tuhan, percayalah bahwa bersama Tuhan kita akan mendapatkan yang terbaik dan tidak terlambat.

Dari dua generasi ini kita melihat dan berharap bahwa iman generasi yang selanjutnya bisa lebih baik dari yang sebelumnya. Kita berharap bahwa iman anak-anak kita bisa lebih baik dari kita karena tantangan pada zaman mereka akan lebih berat dibandingkan zaman kita. Kita ingat sepuluh tahun lalu, pornografi, kekerasan, dan pengaruh-pengaruh buruk lainnya tidak sehebat sekarang. Tentunya kedepan pun akan terus berkembang. Untuk menghadapi hal tersebut, maka jangan kita terlena hanya berusaha untuk memenuhi kebutuhan jasmani saja tapi yang lebih terutama berusahalah agar iman anak-anak kita lebih baik dari iman kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: