Roh Tuhan Mundur dari Saul

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 16

 

Saul telah ditolak sebagai raja Israel oleh Tuhan, dan dibuktikan dengan mundurnya Roh Tuhan dari padanya. Dengan tidak adanya Roh Tuhan membuat roh jahat mudah untuk mengganggu Saul.

Saat ini, ketika kita menjadi percaya kepada Yesus, kita meminta Roh Kudus yang dijanjikan Tuhan dan ketika kita menerima Roh Kudus, Dia tinggal di hati kita (Yoh. 4:14; 14:17). Akan tetapi, dalam surat kepada jemaat di Laodikia Yesus mengatakan bahwa Dia sedang berdiri di muka pintu dan mengetok, jika ada yang mau membukakan pintu maka Dia akan masuk dan tinggal bersama-sama orang itu. (Why. 3:20). Itu berarti Yesus sedang ada di luar, bukan berada di dalam, dan Dia menunggu untuk pintu dibukakan, padahal Dia berbicara kepada jemaat yang merupakan orang-orang yang telah menerima penebusan darah Yesus yang seharusnya mereka diam bersama-sama dengan-Nya. Apa yang menyebabkan Dia kembali berada di luar?

Roh Tuhan undur dari Saul karena Saul telah mengabaikan perintah Tuhan dan melakukan apa yang dipikirnya merupakan hal yang baik untuk dilakukan. Dari peristiwa ini sebenarnya sudah jelas bahwa yang sangat diharapkan Tuhan adalah kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan, menjadi hamba yang setia. Tidak perlu kita berpikir apa yang disukai Tuhan karena sudah dijelaskan dalam Alkitab bahwa yang disukai-Nya adalah melihat anak-anak-Nya hidup dengan taat melakukan perintah-Nya. Sudahkah kita melakukan dalam kehidupan sehari-hari perintah Tuhan dengan sepenuhnya?

Surat kepada jemaat di Laodikia yang ditulis dalam kitab Wahyu merupakan gambaran akan keadaan gereja di akhir zaman. Mari kita sama-sama lihat pada saat sekarang ini apakah Yesus ada diam di dalam gereja, memimpin gereja? Atau jangan-jangan Dia ada di luar karena gereja saat ini dipimpin oleh pribadi-pribadi yang melakukan apa yang menurut mereka baik, bukan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan.

Ketika Tuhan tidak ada bersama-sama dengan Saul maka dia sering diganggu oleh roh jahat. Demikian juga ketika gereja tidak ada penyertaan Tuhan, roh jahat bisa dengan mudah masuk dan mengacaukan gereja, memecah belah persatuan dan berusaha menghancurkan gereja. Di waktu-waktu terakhir ini mari sama-sama kita periksa apakah Tuhan benar-benar ada bersama-sama dengan kita, dalam gereja, atau kita hanya mengira bahwa Tuhan ada bersama kita padahal sebenarnya Dia telah kita usir keluar?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: