Mengalahkan Kemustahilan

1 Samuel 17

 

Sebuah tantangan muncul bagi pasukan Israel. Goliat, seorang pendekar dari orang Filistin yang tingginya enam hasta sejengkal (±3 meter) menantang siapapun dari pasukan Israel untuk menghadapinya satu lawan satu untuk menentukan nasib dari seluruh pertempuran Israel melawan Filistin, siapapun yang menang maka bangsanya otomatis akan mendapatkan kemenangan juga. Seluruh pasukan Israel mengalami ketakutan dan merasa bahwa mustahil bagi mereka untuk bisa mengalahkan Goliat dalam pertarungan satu lawan satu karena Goliat terlihat menakutkan dan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya (ayat 1-11).

Dalam kehidupan kita, berbagai permasalahan muncul silih berganti. Setiap permasalahan yang muncul memiliki keunikan tersendiri, biasanya merupakan masalah yang baru yang belum pernah kita alami. Dalam menghadapinya sering kali kita merasakan ketakutan sama seperti pasukan Israel, apalagi hasilnya akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan kita dan orang-orang di sekeliling kita.

Melihat Daud mengalahkan Goliat, kita bisa belajar bagaimana mengalahkan permasalahan yang menghadang di depan kita yang membuat kita berpikir rasanya mustahil untuk menaklukkan masalah tersebut.

1. Percaya kepada Tuhan

Daud telah lama menggembalakan kambing domba dan telah banyak mengalami bahaya diserang binatang buas (ayat 34-36). Dia tahu bahwa keberhasilannya mengalahkan semua binatang liar tersebut karena kekuatan dari Tuhan. Dan dia percaya bahwa dalam menghadapi Goliat yang berbeda dengan binatang-binatang liar yang pernah dihadapi, yang pastinya lebih kuat dan memiliki ketrampilan dalam berperang, Tuhan akan membantunya sehingga dia pasti bisa mengalahkan Goliat.

Iman merupakan satu hal yang mutlak harus dimiliki dalam mengalahkan kemustahilan. Kita harus percaya bahwa di hadapan Tuhan, tidak ada yang mustahil. Dan Tuhan pasti akan menolong kita untuk menyelesaikan masalah tersebut.

2. Percaya pada diri sendiri

Daud ketika dikenakan pakaian perang Saul, tidak bisa bergerak sehingga kemudian dia menanggalkannya (ayat 38-39). Kemudian Daud mencari batu untuk dijadikan sebagai senjata dengan umbannya.

Dalam menghadapi masalah, banyak orang akan memberikan saran yang baru. Ketika kita mencoba melakukan saran tersebut, kita merasa kikuk, canggung dan tidak bisa melakukan apa-apa seperti Daud tidak dapat berjalan ketika mengenakan perlengkapan perang Saul. Kalau kita tidak memiliki kepercayaan diri, kita akan mengikuti setiap saran yang ada dan yang terjadi bisa saja kita akhirnya malah mengalami kekalahan.

Percayalah pada diri kita, pada kemampuan yang kita miliki. Tapi hal ini bukan berarti kita sama sekali mengacuhkan saran yang diberikan.

Dengan percaya kepada Tuhan dan kepada diri kita maka semua kemustahilan bisa kita kalahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: