Engkau Sahabat-Ku

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 20

 

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17). Inilah yang terjadi dalam persahabatan antara Daud dengan Yonathan. Ketika nyawanya terancam, Daud pergi kepada Yonathan dan tidak takut-takut untuk mengatakan keluh kesahnya walaupun yang bermaksud untuk membunuhnya adalah ayah dari sahabatnya itu (ayat 1-4). Yonathan sebagai sahabatnya pun bisa mendengarkan dengan baik dan mau untuk menolong Daud. Tidak menjadi masalah walau Daud menjadi pengganti dari ayahnya, dan mengambil kedudukan yang nantinya seharusnya merupakan milik dirinya (ayat 13-17). Kedua orang ini memiliki rasa percaya pada yang lainnya, tidak takut untuk menyatakan keluh kesahnya dan mau membantu satu dengan yang lainnya. Tidak mudah untuk mengikat persahabatan sedalam ini dengan orang lain.

Manusia merupakan makhluk sosial yang bergantung pada orang lain. Kita membutuhkan adanya hubungan dengan orang lain. Itu bisa kita lihat dari anak-anak yang masuk sekolah mereka bisa bermain bersama, pelan-pelan saling berbagi tanpa ada yang memberi perintah. Sangatlah berarti ketika kita memiliki seorang sahabat yang dekat dengan kita.

Persahabatan merupakan hubungan dua orang yang saling mengasihi, menolong, memperhatikan, empati. Kalau hanya satu orang yang mengasihi sementara pihak lainnya tidak menunjukkan hal yang sama maka itu bukanlah persahabatan. Persahabatan membutuhkan dua orang yang saling mengakui bahwa “kamu adalah sahabatku”.

Satu ayat dalam Injil Yohanes yang mengharukan kita “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sabat-Ku jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, …” (Yoh. 15:13-15). Yesus menganggap kita sebagai sahabat-Nya. Dia telah buktikan itu dengan mati di kayu salib untuk kita. Apakah kita mau menyambut persahabatan Tuhan? Kalau iya, mari kita sama-sama berusaha untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Yesus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: