Terluput Dari Maut

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 19

Saul berkali-kali memiliki niat untuk membunuh Daud, tapi Daud selalu ditolong oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Dalam usaha yang pertama, Yonathan menolong Daud (ayat 1-7), kemudian dalam usaha yang kedua, Mikhal yang menolong Daud (ayat 10-17), dan yang ketiga Samuel menolong Daud (ayat 18-24). Berkali-kali Saul berniat menangkap dan membunuhnya, tapi berkali-kali pula Daud lolos dengan pertolongan orang-orang yang dekat dengan Saul.

Ada beberapa hal yang menarik disini. Pertama kalau kita lihat dari Yonathan dan Mikhal, mereka adalah anak-anak Saul, akan tetapi mereka menolong Daud yang hendak dibunuh oleh Saul. Mereka bisa melihat dengan jelas dan membedakan antara benar dan salah. Walaupun Saul adalah orang tuanya, mereka tidak sembarangan membela. Demikian juga dalam kehidupan kita diharapkan kita bisa membedakan kebenaran dan kesalahan dengan objektif tanpa dipengaruhi oleh hubungan atau relasi. Tidak mudah melakukan hal tersebut, karena harus mengesampingkan rasa sungkan, tidak enak dan harus berani mengambil sebuah keputusan.

Kedua, Daud bisa lepas dari usaha Saul yang telah berkali-kali mencoba membunuhnya karena dia tidak bersalah dan yang terpenting ada perlindungan Tuhan. “Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya..” (Amsal 10:9). “Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya.”(Amsal 11: 5). Dan masih banyak Amsal-amsal lainnya yang menyatakan bagaimana orang benar akan terluput dari bahaya. Apa yang dialami Daud mengingatkan kita bahwa ketika Tuhan ada di pihak kita maka setiap masalah yang mengancam tidak akan memiliki pengaruh karena Tuhan pasti akan bertindak.

Ketiga, Saul yang merupakan seorang raja ditinggalkan oleh Tuhan karena dia telah menolak perintah Tuhan. Bukannya dia bertobat malah bertindak lebih jauh lagi dengan cara bermaksud membunuh Daud. Keinginannya untuk mempertahankan kedudukan membuat dia bertindak kejam. Apa yang dilakukan Saul bisa saja kita alami. Kita diingatkan karena mempunyai salah dan dalam kesalahan itu ada konsekuensi yang harus ditanggung. Bukannya bertobat, tapi kita merasa iri dan bermaksud menjatuhkan orang lain yang telah ditunjuk untuk menggantikan kita dan ternyata dia lebih berhasil dari kita.

Mari bertindak dengan jujur dan benar, yakinlah bahwa Tuhan pasti akan menjaga setiap langkah kita sehingga terluput dari maut yang mengancam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: