Di Titik Terendah

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 21

 

Daud melarikan diri dari Saul ke Nob dan Gat. Pada masa-masa ini merupakan masa-masa dimana Daud ada di titik terendah imannya. Dia mengalami ketakutan, kekecewaan, kebingungan dan mengandalkan kekuatannya sendiri dalam berusaha keluar dari masalahnya. Dia pergi ke Nob menemui imam Ahimelekh. Di sana dia berdusta ketika meminta makanan bagi dirinya kepada Ahimelekh(ayat 2-6). Di Nob bukannya dia meminta petunjuk kepada Tuhan, apa yang harus dia lakukan selanjutnya, dia memutuskan untuk pergi ke Gat. Di Gat, untuk mengatasi ketakutannya kepada raja Akhis, dia berpura-pura menjadi orang gila (ayat 12-15), padahal sebelumnya dia telah mengalahkan Goliat, seorang pahlawan yang berasal dari Gat. Daud yang tadinya bisa mengalahkan seorang raksasa yang kuat dengan bersandar pada kekuatan Tuhan kini ada dalam keadaan yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Permasalahan-permasalahan bisa dan pasti terjadi dalam hidup kita. Kita bisa mengalami ketakutan, kebingungan, kekuatiran dan bermacam-macam perasaan negatif sampai kepada keputusasaan. Akhirnya kita ada di titik terendah dalam iman kita kepada Tuhan. Kita merasa Tuhan begitu jauh dari hidup kita dan bahkan kita bisa lupa dengan keberadaan Tuhan, atau menyangsikan keberadaan Tuhan. Saya ingat satu pengajaran dari seorang hamba Tuhan. Dia sarankan supaya kita menulis ayat-ayat yang berkesan, menguatkan kita pada sebuah kertas dan letakkan di tempat-tempat yang biasanya sering kita lihat, mudah untuk dilihat misalnya di pintu kulkas, di atas meja atau di dinding kamar. Kita bisa berikan hiasan jika kita mau untuk memperindah. Ini dilakukan supaya ketika iman kita ada dalam keadaan lemah, kita bisa dengan mudah menangkap atau membaca ayat-ayat firman Tuhan tersebut sehingga kita kembali diingatkan dan iman kita bisa kembali dikuatkan.

Tuhan mengaruniakan hikmat kepada kita supaya kita bisa mencari jalan keluar saat mengalami masalah. Akan tetapi walaupun kita memiliki hikmat, mari kita tetap bertanya dan bersandar kepada Tuhan. Saya ingat satu perkataan “tuliskan rencanamu dan berikan penghapus kepada Tuhan untuk menentukan.” Perkataan ini mengingatkan dengan hikmat kita membuat rencana di hidup, tapi serahkan keputusan kepada Tuhan. Penatua Yakobus mengatakan hal yang sama dalam suratnya, katanya, “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” (Yak. 4:15).

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Datanglah kepada Tuhan dalam permasalahan kita dan yakinlah selalu bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar bagi kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: