Fluktuasi Iman

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 23

 

Perjalanan iman setiap orang berbeda-beda. Ada yang imannya setiap hari terus naik, ada yang naik lalu turun dan naik lagi, ada yang naik lalu turun dan tidak berubah lagi. Pada pasal ini kita melihat perubahan iman Daud. Dari tadinya di pasal 21 dia mengalami penurunan iman, pada pasal ini kita melihat Daud mengalami peningkatan iman kembali. Dia mendengar kabar bagaimana penduduk kota Kehila mengalami masalah yaitu serbuan dari orang-orang Filistin (ayat 1). Semangatnya sebagai seorang Israel bangkit untuk menolong saudara-saudara sebangsanya, walaupun dia sendiri sedang dalam pelarian. Dia bertanya kepada Tuhan mengenai rencananya (ayat 2, 4). Ketika Daud telah berhasil menolong penduduk kota Kehila, Saul datang bermaksud untuk menangkap dan membunuh Daud. Daud kembali bertanya kepada Tuhan, apakah Saul akan datang dan penduduk kota akan menyerahkannya ke tangan Saul (ayat 9-11). Ketika dia mengetahui jawaban dari pertanyaannya, Daud pergi dari kota Kehila tanpa mengganggu penduduk kota tersebut, walaupun penduduk kota itu nyata akan membalas kebaikan Daud dengan menyerahkannya kepada Saul (ayat 12-13).

Kemudian Daud melarikan diri ke padang gurun Zif dan beberapa lama waktunya dia di sana. Tuhan melindungi sehingga Saul tidak pernah bisa menangkap dirinya (ayat 14). Walaupun begitu, Daud mengalami ketakutan, imannya kembali melemah. Tapi puji Tuhan, dia memiliki seorang sahabat yang setia, menghibur dan menguatkan dirinya kembali (ayat 15-18).

Iman kepada Tuhan yang kita miliki kebanyakan seperti yang dimiliki Daud, berubah-ubah berjalan bersama waktu. Ada kalanya kuat, tapi ketika masalah yang menimpa tidak kunjung-kunjung selesai, iman kita bisa melemah kembali. Tapi kita bisa belajar bahwa di ayat 14 dikatakan “…, tetapi Allah tidak menyerahkan dia ke dalam tangannya.” Ini berarti walaupun masalah Daud tidak selesai-selesai juga, Saul tetap bermaksud membunuh dia walaupun dia telah menolong dengan mempertahankan Kehila dari serangan orang Filistin, tetapi sebenarnya Tuhan tidak tinggal diam. Kita bisa percaya bahwa ketika masalah yang kita alami terus berkelanjutan, kita berdoa tapi rasanya kok Tuhan tidak menjawab doa kita, sebenarnya bukan Tuhan tidak peduli tapi Tuhan sedang bekerja menjaga dan menolong kita.

Hal yang kedua yang bisa kita pelajari. Kita membutuhkan seorang sahabat yang bisa menolong kita saat kita lemah. Sahabat yang bisa menolong kita tentu seseorang yang memiliki iman yang

sama yaitu saudara-saudari seiman sehingga dia bisa memberikan nasihat atau menguatkan di dalam kebenaran. Mari kita menjalin hubungan yang baik dengan jemaat di gereja, mempererat hubungan dalam persekutuan sehingga ketika kita lemah, ada sahabat yang akan menguatkan kita. Dan jangan lupa juga bahwa kita memiliki sahabat yang luar biasa karena Tuhan Yesus telah menganggap kita sebagai sahabat-Nya (Yoh. 15:15). Saat iman kita lemah, jangan menjauh dari Tuhan tapi semakin dekatkan diri kita kepada-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: