Melarikan Diri ke Filistin

oleh: Penginjil Toni Antonius

1 Samuel 27

 

Karena telah dua kali Saul mengejar dan berusaha membunuh Daud maka Daud merasakan ketakutan dan memutuskan untuk meninggalkan Israel untuk mencari perlindungan di tanah Filistin (ayat 1-2). Dalam pelariannya di tanah Filistin akhirnya Daud bersama dengan anak buahnya tinggal di Ziklag dan mengabdi pada Akhis bin Moab, raja kota Gat yang merupakan kota asal dari musuh yang pertama kali dibunuhnya, Goliat (1 Sam. 17:4). Mungkin ada yang mengatakan bahwa ini merupakan salah satu siasat Daud untuk menyelamatkan diri dari Saul. Walaupun Daud mengabdi pada Akhis tapi dia tetap menjaga diri tidak memerangi orang Israel, yang dia serang adalah suku-suku lain seperti orang Gesur, orang Girzi, orang Amalek (ayat 8-9). Mungkin ada yang berpikir tidak ada salahnya Daud pergi ke Filistin. Tapi kalau kita sama-sama renungkan, Daud mengambil inisiatif ini tanpa bertanya pada Tuhan terlebih dulu.

Dalam pasal sebelumnya kita melihat bagaimana Daud tetap teguh pada pendiriannya dan yakin kepada Tuhan. Tapi pada pasal ini kita melihat kembali bisa dikatakan Daud mengalami penurunan iman.

Dua hal bisa kita pelajari, pertama bagaimana mudahnya iman kita naik dan turun. Daud seorang tokoh yang besar dalam Alkitab pun mengalami gelombang tersebut. Iman merupakan satu hal yang penting yang harus dimiliki umat percaya karena iman adalah dasar dan bukti dari pengharapan kita pada Tuhan (Ibr. 11:1). Dan iman yang kita miliki membawa kita pada keselamatan jiwa kita (1 Ptr. 1:9). Mari terus melatih iman kita setiap waktu, menantang iman kita sehingga dari waktu ke waktu semakin murni, teguh berdiri dan berpegang pada janji Tuhan. Seperti seorang murid sekolah yang belajar pelajaran yang belum dikuasai sehingga dari waktu ke waktu pengetahuannya bertambah demikian juga kita belajar mendewasakan iman kita sehingga semakin sempurna. Jangan kita merasa puas dengan keadaan kita sekarang dan berhenti berkembang.

Kedua, tidak ada salahnya memiliki perencanaan dalam hidup dan berusaha mencari jalan keluar dari masalah. Tapi yang lebih penting adalah meminta Tuhan menunjukkan jalan keluar, bertanya apakah rencana kita sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak. Jangan sampai kita bisa keluar dari masalah tapi kerohanian kita semakin menjauh dari Tuhan.

Semoga setiap langkah kita membawa diri kita semakin dekat kepada Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: