Mau Untung Malah Buntung

oleh: Pdt. FIlipus Toni Antonius

2 Samuel 4

 

Sepeninggalan Saul, keluarganya banyak mengalami kemunduran. Mefiboset, cucunya dari Yonatan, menjadi cacat ketika kabar kematian Saul sampai ke telinga keluarganya (ayat 4). Isyboset salah mengambil langkah dengan menuduh Abner yang membuat dirinya kehilangan dukungan. Kekuatannya semakin menurun lagi begitu Abner dibunuh oleh Yoab. Anak buah yang dimilikinya, Baana dan Rekhab malah dengan keji membunuh dirinya ketika dia sedang berbaring di atas tempat tidur (ayat 1-2, 5-7). Di sisi lain, Baana dan Rekhab melihat bahwa kekuatan Isyboset semakin menurun sepeninggalan Abner sementara kekuatan Daud semakin bertambah. Melihat keadaan tersebut, mereka bermaksud mencari keuntungan dengan membunuh Isyboset dan membawa kepalanya ke hadapan Daud. Mereka mempunyai harapan bahwa Daud akan memberikan hadiah karena mereka bisa membawa kepala Isyboset yang menurut mereka merupakan musuh Daud. Mereka juga membawa nama Tuhan karena mereka tahu kalau Daud memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan (ayat 5-9). Tapi ternyata, bukannya hadiah atau kedudukan yang mereka dapatkan, kematianlah yang mereka terima (ayat 10-12).

Berusaha mendapatkan keuntungan merupakan naluri manusia. Kita bisa melihat kenyataan itu ketika ada di pasar atau toko terjadi tawar menawar harga. Pembeli akan berusaha mempertahankan harga sementara pembeli berusaha menurunkan harga. Penulis kitab Amsal mengatakan “Tidak baik! Tidak baik!, kata si pembeli, tetapi begitu ia pergi, ia memuji dirinya.” (Amsal 20:14). Ini memperlihatkan bagaimana seorang pembeli berusaha mendapatkan keuntungan dengan membeli barang semurah mungkin. Di depan penjual dia berkata bahwa itu tidak baik (harga, mutu barang, dll) tapi setelah pergi, dia memuji dirinya karena bisa mendapatkan barang itu dengan harga murah.

Naluri mendapatkan keuntungan ini ada dan mempengaruhi tindakan seseorang termasuk bagaimana dia bisa menghalalkan berbagai macam cara untuk memperolehnya. Contohnya merupakan sebuah rahasia umum seorang sales atau wakil perusahaan akan memenuhi permintaan dari calon pembeli / rekanannya ketika sedang menegosiasikan sebuah transaksi termasuk memberikan pendamping untuk memuaskan hawa nafsu.

Bagi kita, orang Kristen, dalam mencari keuntungan ingatlah untuk selalu ada dalam jalan Tuhan. Jangan sampai kita melakukan sesuatu yang tidak diperkenan oleh-Nya. Ingatlah bahwa kekayaan, keberhasilan, kebahagiaan semuanya bersumber dari Tuhan. Dialah yang memberikan semuanya kepada kita. “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” (Mzm. 37:23-24).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: