Ketika Mengikuti Perintah Tuhan

oleh: Pdt. Filipus Toni

2 Samuel 5

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”
Matius 7: 24-25

Wujud dari perkataan Yesus dalam kitab Matius itu bisa kita lihat dalam kisah di pasal ini. Pasal ini dimulai dengan bagaimana segala suku Israel dengan rendah hati datang kepada Daud dan meminta supaya Daud mau menjadi raja atas mereka. Dari perkataan mereka kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya mereka sudah tahu bahwa Daud yang diurapi Tuhan untuk menggantikan Saul menjadi raja atas Israel (ayat 2-3). Akan tetapi setelah Saul meninggal mereka mengikuti perkataan dari Abner dan mengangkat Isyboset menjadi raja. Dalam kurung waktu tujuh setengah tahun itu ada perang saudara dan semakin lama kekuatan dari orang-orang yang mengikuti keluarga Saul semakin melemah (2 Sam. 3:1). Akan tetapi ketika mereka dengan rendah hati mau menghadap Daud dan meminta Daud menjadi raja sesuai dengan perintah Tuhan, kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya. Mereka berhasil merebut kota Yerusalem yang didiami orang Yebus, sebuah kota yang kuat dan tidak mudah ditembus pertahanannya karena terletak di tempat yang lebih tinggi (ayat 6-10), mereka bisa mengalahkan orang Filistin yang selama ini menjadi musuh terbesar mereka (ayat 17-25). Keadaan orang Israel menjadi lebih baik setelah melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Dalam ayat 17 dikatakan bahwa setelah mereka mengangkat Daud menjadi raja, orang Filistin kemudian berkumpul dan menyerang mereka oleh karena mereka hendak menangkap Daud. Daudlah yang menjadi penyebab mengapa orang Filistin menyerang orang Israel.

Dalam melakukan kehendak Tuhan, iblis tidak akan tinggal diam dan berusaha untuk menjatuhkan iman kita. Dia akan berbuat seperti orang Filistin menyerang Israel oleh karena Daud, membuat kita berpikir bahwa tindakan kita mengikuti perintah Tuhan sebagai penyebab kesulitan yang kita alami. Orang Filistin menyerang bukan hanya sekali tapi sampai dua kali mereka menyerang. Demikian juga musuh kita akan berkali-kali berusaha menjatuhkan kita, baik dengan cara yang sama maupun dengan cara yang berbeda.

Ada seorang percaya mempunyai tekad menguduskan hari Sabat sesuai dengan perintah Tuhan. Dia menutup tokonya dan kemudian bersama dengan keluarga pergi beribadah di hari Sabat. Ketika pulang, dia mendapati bahwa tokonya itu telah dirampok orang. Minggu depannya ketika dia bersama dengan keluarganya pergi beribadah di hari Sabat, di tengah jalan pulang dia dirampok orang. Iblis berusaha membuat saudara kita ini berpikir “coba seandainya mereka sekeluarga tidak pergi semua di hari Sabat.”

Apa yang terjadi dengan orang-orang Israel menjadi sebuah bukti bahwa ketika kita mengikuti kehendak Tuhan, kehidupan kita akan ada dalam perlindungan-Nya. Janganlah kita takut, walaupun dalam proses kita melakukan kehendak Tuhan ada berbagai ancaman yang datang, tetaplah bulatkan tekad kita untuk melakukan perintah Tuhan dan lihatlah bagaimana akhirnya Tuhan bekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: