Ketika Tabut Allah Kembali

oleh: Pdt. Filipus Toni

2 Samuel 6

 

Daud telah menjadi raja atas seluruh Israel. Dia mendapatkan penyertaan dari Tuhan sehingga memperoleh kedudukan, sekutu, dan kemenangan-kemenangan dalam peperangannya. Ketika Dia sudah menjadi raja, dia tidak lupa kepada Tuhan. Tabut Allah yang sudah lama terlupakan dan diletakkan di rumah Abinadab, Daud bawa kembali ke Yerusalem. Satu hal yang bisa kita teladani dari Daud bagaimana dia tidak melupakan Tuhan ketika ada di atas. Dia mempersiapkan semuanya dengan baik, mengumpulkan tiga puluh ribu orang pilihan, mempersiapkan kereta yang baru dan dia sendiri yang berangkat ke rumah Abinadab untuk menjemput Tabut Allah. Terlepas dari caranya yang salah, dia memiliki hati untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.

Tidak jarang kita terlena dengan kemenangan-kemenangan, pencapaian yang kita raih dan lupa dengan Tuhan yang mengaruniakan itu semua.

Yang kedua kita melihat cara Daud membawa Tabut Allah kembali ke Yerusalem. Dia menggunakan kereta yang baru (ayat 1-3), padahal untuk membawa Tabut Allah, hukum Taurat yang diberikan Tuhan melalui Musa sudah menentukan bahwa Tabut Allah dibawa dengan diusung oleh orang-orang Lewi ( Ul. 10:8). Akhirnya di tengah jalan Uza dihukum mati oleh Tuhan karena dia teledor memegang Tabut Allah ketika lembu yang membawa kereta itu tergelincir. Secara tidak langsung kemalangan ini bisa terjadi karena Daud membawa Tabut Allah tidak sesuai dengan yang diperintahkan Tuhan dalam Hukum Taurat.

Tuhan dari dulu, sekarang dan selamanya tidak pernah berubah (Ibr. 13:8). Yang dikehendaki-Nya adalah kita dengan setia, taat melakukan apa yang diperintahkan Tuhan (Mi. 6:8; Why. 2: 24-28; 3:2-3, 10-11, 18-19). Banyak orang Kristen berpikir keras, bagaimana caranya menyenangkan hati Tuhan. Perayaan-perayaan seperti kelahiran Yesus (Natal), kebangkitan Yesus (Paskah) diadakan dengan tujuan menyenangkan hati Tuhan. Padahal cara menyenangkan hati Tuhan sudah tertulis dengan jelas di Alkitab yaitu dengan kita hidup melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Tidak perlu kita mencari cara-cara lain untuk menyenangkan hati Tuhan, lakukanlah dengan taat dan setia sepenuhnya apa yang menjadi perintah Tuhan dalam Alkitab di kehidupan sehari-hari yang kita jalani.

Daud memiliki niat hati yang baik, membawa Tabut Allah kembali ke tengah-tengah bangsa Israel, tapi dia melakukannya tidak sesuai dengan perintah Tuhan. Hal itu akhirnya membawa bencana dan kesedihan karena meninggalnya Uza. Dari pasal ini kita belajar, niat hati yang baik kalau diwujudkan dalam tindakan yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan tidaklah diperkenan oleh Tuhan.

“Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.” (Rm. 10:2-3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: