Mengucap Janji

oleh: Pdt. Filipus Toni

2 Samuel 9

 

Seorang sahabat bisa lebih erat dibandingkan dengan saudara. Dalam pasal kali ini kita melihat bagaimana Daud teringat dengan janjinya pada Yonatan (1 Sam. 20:14-17) dan memenuhi janji tersebut. Setelah Daud menjadi raja atas seluruh Israel, dia mencari yang tertinggal dari keluarga Saul dan mau untuk memelihara hidup mereka oleh karena janjinya pada Yonatan. Daud tidak takut bahwa keturunan Saul akan membalas dendam dan melakukan pemberontakan terhadap pemerintahannya. Itu semua dilakukan salah satunya karena janjinya pada Yonatan bahwa keturunannya tidak akan terhapus dari bumi.

Dari persahabatan ini kita bisa melihat beberapa hal. Pertama bagaimana Daud tetap memegang janjinya walaupun tidak ada orang yang mengingatkan atau menagih janji tersebut. Sering kali seseorang mudah mengucapkan janji tapi susah untuk memenuhinya. Salah satu contoh beberapa hari yang lalu saya menbaca surat kabar yang mengatakan bahwa tingkat perceraian dalam tahun 2013 semakin meningkat jumlahnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yang menjadi alasan perceraian tersebut salah satunya adalah tidak ada lagi kecocokan dengan pasangan. Ketika pernikahan diadakan, setiap mempelai berjanji akan menerima pasangannya baik kelebihan maupun kekurangannya. Akan tetapi semakin hari semakin mudah seseorang mengingkari janjinya.

Saya teringat dengan sebuah pepatah yang mengatakan bahwa yang bisa dipegang dari seseorang adalah perkataannya. Ketika perkataannya tidak lagi bisa dipegang, maka orang itu tidak bisa lagi dipercaya. Janji bisa dikatakan sebagai sebuah utang yang kita miliki terhadap orang yang kita janjikan. Dan utang itu harus dipenuhi, dilunasi walaupun yang kita janjikan itu sudah lupa atau tidak ada lagi di dunia.

Kitab Mazmur mengatakan bahwa seorang yang boleh masuk ke dalam Kerajaan Allah salah satunya adalah dia yang memegang sumpahnya walaupun rugi (Mzm. 15:4b). Setiap perkataan yang kita ucapkan akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan nantinya karena itu penuhi setiap janji yang kita buat, jangan kita berusaha menghindar atau mencari alasan-alasan untuk mengingkarinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: