Dari Mata Turun ke Hati

oleh: Pdt. Filipus Toni

2 Samuel 11

 Satu kisah yang sangat menyedihkan tertulis di pasal ini. Raja Daud yang bisa bertahan dalam pelarian untuk tidak melanggar perintah Tuhan, melakukan dosa-dosa yang berat di hadapan Tuhan. Ketika pasukannya sedang berperang, Daud tetap tinggal di Yerusalem menikmati hari-hari seperti biasanya (ayat 1). Pada waktu itulah matanya melihat sebuah pemandangan yang memikat hati. Ada seorang perempuan yang elok rupanya sedang mandi untuk membersihkan diri dari kenajisannya karena datang bulan. Daud melihat perempuan tersebut dan mengingininya dan perempuan tersebut pun tidak menolak ajakan Daud sehingga terjadilah perzinahan di antara mereka berdua (ayat 2-5).

Dosa yang satu membawa kepada dosa yang lainnya. Setelah perzinahan terjadi, ternyata Batsyeba, perempuan tersebut, mengandung. Daud berusaha menutupi perzinahannya dengan memanggil pulang Uria, suami Batsyeba, supaya tidur dengan isterinya itu dan menghilangkan kecurigaan ketika kandungan Batsyeba nanti bertambah besar (ayat 6-14). Ketika siasatnya itu tidak berhasil, Daud menyusun siasat untuk membunuh Uria supaya Batsyeba bisa diambil menjadi isterinya (ayat 15).

Banyak hal bisa kita pelajari dari kejadian yang tertulis di pasal ini. Pertama, tidak ada manusia yang sempurna. Daud yang bisa bertahan mentaati perintah Tuhan dan bahkan mengerti dengan baik kehendak Tuhan dalam keadaan susah, terjatuh dalam jerat dosa ketika dia ada dalam keadaan tenang. Hal ini mengingatkan kita bahwa godaan untuk berbuat dosa senantiasa ada baik kita mengalami kesusahan atau ada dalam keadaan senang. “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Mat. 26:41).

Kedua, Perzinahan itu bisa terjadi berawal dari mata yang melihat. Daud melihat Batsyeba yang sedang mandi dan bisa mengtahui bahwa Batsyeba elok rupanya karena dirinya tidak memalingkan pandangan dengan segera tapi terus memperhatikan. Batsyeba pun tidak menolak ketika diajak tidur oleh Daud karena selain mengetahui bahwa Daud adalah seorang raja, juga melihat bahwa Daud adalah seorang yang elok rupanya (1 Sam. 16:12). “Mata adalah pelita tubuh, jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” (Mat. 6:22-23). Apa yang diingini dalam hati biasa berasal dari mata kita. Hal ini terbukti dari betapa iklan-iklan yang ada berusaha menampilkan visualisasi yang begitu luar biasa sedap dipandang. Tidak jarang dilihat di poster, gambar, iklan kelihatannya bagus tapi begitu dilihat barangnya mengecewakan.

Dalam zaman yang semakin canggih ini, semakin banyak yang menarik bagi mata kita untuk dilihat. Karena itu jagalah dengan baik kea rah mana mata kita memandang. Jika mata kita memandang kenikmatan-kenikmatan dunia yang penuh dosa, betapa hal itu membawa tubuh kita jauh ke dalam dosa-dosa yang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: