Yang di Luar Jelas Terlihat

oleh: Pdt. Filipus Toni

2 Samuel 12

 

Daud telah melakukan dosa yang besar di hadapan Tuhan. Bukan saja melakukan perzinahan dengan Batsyeba, dia juga membunuh Uria. Hal ini tidak diperkenan oleh Tuhan sehingga nabi Natan diutus untuk mengingatkan Daud. Nabi Natan datang kepada Daud bukan langsung menegur, tapi dia beritahukan terlebih dahulu sebuah perumpamaan mengenai si kaya yang mengambil anak domba kepunyaan si miskin (ayat 1-4). Mendengar cerita nabi Natan, Daud sangat marah dan mengatakan bahwa si kaya itu harus dihukum mati dan di miskin diberikan ganti rugi (ayat 5-6). Barulah setelah itu, nabi Natan menegur Daud atas perbuatan yang telah dilakukan Daud dan menyampaikan keputusan dari Tuhan atas kesalahan yang Daud lakukan (ayat 7-14).

Reaksi dari Daud mendengar cerita dari nabi Natan ini bisa menjadi sebuah perenungan bagi kita semua. Sering kali kita bereaksi seperti Daud. Mudah bagi kita untuk mengambil keputusan, memberikan penilaian yang adil dan benar mengenai sebuah perkara yang tidak berkaitan dengan kita tapi ketika perkara atau keputusan itu berkaitan dengan kita maka susah bagi kita untuk mengambil sebuah keputusan yang adil dan benar karena ada keberpihakan atau kepentingan golongan.

Tuhan Yesus pernah mengingatkan mengenai keadaan yang serupa dengan ini;

“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Mat. 7:3-5)

Tuhan mengumpamakan ada dua hal yaitu selumbar dan balok. Selumbar adalah tampuk, tangkai atau ranting yg kecil dan kering, serpihan jerami yg kecil, atau bahkan sehelai rambut (bulu), yg mungkin terbang ke mata. Sebuah perbandingan yang sangat jauh dengan sebuah balok. Selumbar itu ada di mata dari saudara kita dan kita bisa lihat dengan jelas sedangkan balok yang ada di mata kita, tidak bisa kita lihat.

Kadang terjadi ketika kita mendengar firman Tuhan, kita menunjuk bahwa firman Tuhan ini cocok untuk menegur dia, yang ini cocok untuk si itu. Tapi sering kita tidak mau mengakui bahwa firman Tuhan itu cocok untuk menegur kita dan kita menutupinya dengan mengatakan bahwa hamba Tuhan yang menyampaikan sengaja melakukan untuk menyindir kita. Firman Tuhan ada untuk mengoreksi diri kita, bukan orang lain. Ketika kita membaca atau mendengar firman Tuhan, kita bercermin, melihat diri kita; Apakah kita memiliki kesalahan atau tidak. Jangan menggunakan firman Tuhan untuk menyerang orang lain.

Bercerminlah dengan menggunakan firman Tuhan untuk melihat rupa rohani kita terlebih dahulu, bukan rupa rohani orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: