Tragedi Dalam Keluarga

oleh: Pdt. Filipus Toni

2 Samuel 13

 

Mulai pasal ini tercatatkan berbagai masalah yang menimpa kehidupan keluarga Daud. Kemungkinan besar ini merupakan rangkaian hukuman yang harus diterima Daud oleh karena perzinahannya dengan Batsyeba. Pasal ini menceritakan mengenai perasaan Amnon dan terhadap Tamar dan tindakan yang dilakukannya (ayat 1-21), pembalasan dendam Absalom terhadap Amnon yang telah memperkosa adiknya (ayat 22-39). Dari peristiwa-peristiwa yang terjadi kita bisa belajar beberapa hal:

1. Salah siapakah ini?

Terjadinya pemerkosaan yang dilakukan Amnon kepada Tamar yang diikuti dengan pembunuhan Amnon oleh Absalom merupakan akibat dari rangkaian kesalahan yang dilakukan oleh banyak orang: (1) Kesalahan Amnon yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya. Kalau kita baca dikatakan bahwa “menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia.” (ayat 2). Dari sini kita bisa lihat bahwa dalam hati Amnon sendiri kemungkinan besar sudah ada niat yang tidak baik yang ingin diperbuatnya terhadap Tamar. Ketika mendapatkan saran dari Yonadab, bagaimana bisa menemui Tamar sendirian, Amnon akhirnya melakukan apa yang diniatkan dalam hatinya itu. (2) Kesalahan Yonadab, sahabat Amnon. Bukannya memberikan saran bagaimana mengendalikan hawa nafsunya tapi malah mendukung dengan memberikan saran bagaimana supaya Amnon bisa berduaan dengan Tamar. (3) Salah Daud. Daud akhirnya mengetahui bahwa Amnon memperkosa Tamar tapi walaupun dikatakan bahwa dirinya marah besar, tidak dituliskan ada hukuman yang diberikan kepada Amnon (ayat 21). (4) Absalom yang mengambil tindakan sendiri untuk membalaskan sakit hati atas kejahatan yang dilakukan Amnon.

Dari sini kita bisa melihat bahwa setiap orang (diri Amnon sendiri, Daud sebagai orang tua, Yonadab sebagai sahabat, Absalom) memegang peranan dalam peristiwa-peristiwa buruk yang terjadi dalam pasal yang kita baca hari ini.

2. Cinta menjadi benci

Amnon pada mulanya sangat mencintai Tamar, bahkan dikatakan karena cintanya, akhirnya dia jatuh sakit. Tapi keadaan yang sebaliknya terjadi sesudah peristiwa pemerkosaan tersebut. Amnon sangat membenci Tamar bahkan bencinya itu lebih besar dibanding rasa cintanya dulu (ayat 15). Hal ini mengingatkan kita bahwa hubungan badan yang dilakukan sebelum adanya ikatan pernikahan tidak akan membawa kebahagiaan dalam kehidupan pasangan tersebut. Pendapat yang mengatakan bahwa hubungan badan sebelum pernikahan itu membuktikan tanda cinta kita pada pasangan, membuat ikatan menjadi lebih erat lagi, membuat tidak terpisahkan lagi, itu semua adalah pendapat yang salah. Minimal ada satu perasaan yang akan muncul setelah hubungan tersebut yaitu perasaan saling tidak percaya atau curiga. Kita sebagai umat percaya hendaknya hidup berbeda dengan dunia. Walaupun dunia saat ini menganggap merupakan hal yang biasa untuk berhubungan badan saat pacaran, mari kita tetap berpegang teguh untuk menjaga kekudusan diri kita. Jangan takut kita dianggap kuper, ga gaul, dll. Yang penting adalah nilai kita di hadapan Tuhan, bukan di hadapan manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: