Ku tak tahu hari esok-ku

Sumber: https://www.facebook.com/truejesuschurch.batam?fref=ts

Oleh: Pdt. Silas

4 Maret 2001 di Melbourne , Graham Beveridge petugas lintasan (Marshal) tewas saat berlangsungnya Grandprix F1. Pria berusia 52 tahun tersebut meninggal setelah terhantam roda/ban mobil pembalap Vileneuve yang terbang setelah bertabrakan dengan mobil pembalap Ralf Schumacher. Kejadian yang terjadi di sirkuit Albert Park ini memang tergolong cukup aneh. Roda mobil Vileneuve tersebut terbang, kemudian meluncur melalui celah pagar sempit yang hanya bisa dilewati sebuah ban mobil, sehingga terus menggelinding dan mengenai dengan tepat di tubuh Beveridge ( Lionmag :Wisdom in The Air by Jemy V. Convido ). Siapa yang bisa merencanakan peristiwa tersebut? Kita tidak pernah tahu.

Saudaraku, terkadang kita punya banyak rencana. Bisa rencana A, B, C bahkan D. Namun bisa saja semuanya tidak pernah terjadi, karena Sang Pencipta ternyata merancangkan sesuatu yang lain. Memang benar kata Firman Tuhan, “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu.” Jadi kita bisa menyadari bahwa manusia tidak bisa tahu hari esoknya, namun kita tahu siapa sebenarnya yang memegang hari esok kita.

“Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. “
Yakobus 4:14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: