Air mata yang menutupi mezbah

Sumber: https://www.facebook.com/truejesuschurch.batam

Oleh: Pdt. Silas

Ada sebuah kerajaan dipimpin seorang raja yang bijaksana dan adil. Suatu hari raja ingin menguji kesetiaan rakyatnya. Maka dipilihlah tiga orang secara acak oleh sang raja.

Kata raja pada mereka, ”Aku memanggil kalian karena ingin memberi tugas untuk mengambilkan buah-buahan di wilayah kerajaan ini. Apa kalian mau mengerjakannya?”

“Waaah… dengan senang hati hamba akan mengerjakannya, paduka,” jawab ketiganya.

Lalu sang raja memerintahkan seorang prajurit mengambilkan tiga buah keranjang besar lalu memberikannya pada tiga orang itu.

Ternyata tiga rakyat pilihan memiliki pikiran berbeda terhadap tugas tersebut.

Yang pertama menganggap tugasnya suatu kehormatan , sehingga dia harus melaksanakan dengan senang hati, ikhlas serta berusaha mempersembahkan buah terbaik kepada rajanya.

Yang kedua menganggap perintah itu biasa saja, raja tentu tidak akan memperhatikan dan tidak mungkin akan menghitung buah yang dikumpulkan. raja itu makmur dan kaya-raya. Oleh karena itu, ia sembarangan memetiknya. Buah-buahan mentah dan hampir busuk dimasukkannya ke keranjang.

Yang ketiga beranggapan bahwa tugas ini adalah penghinaan baginya. Dia sudah merasa hidupnya enak, kaya. semua serba ada tetapi sekarang disuruh mengambilkan buah2an. Maka dia sengaja melaksanakannya dengan malas dan sembarangan. Dia mengisi keranjangnya dengan buah-buahan yang asal petik saja. Tidak peduli masak, mentah bahkan buah beracun ia masukkan ke keranjangnya sambil menggerutu.

Lalu ketiganya menghadap raja, dan ternyata mereka dihadiahi masing-masing sebuah pulau dan buah-buahan yang mereka bawa adalah bekal selama berada di pulau.

“Sebenarnya Aku tidak butuh dengan hasil pekerjaan kalian karena aku sudah memiliki semuanya,” kata raja, “Aku memerintahkan kalian mengerjakan tugas karena aku ingin melihat sampai sejauh mana kualitas dan ketulusan pengabdian kalian kepadaku.”

Saudaraku, tentunya kita bisa menebak bagaimana reaksi ketiga orang tersebut. Dalam kitab Maleakhi 1:6-8, tersirat bahwa bangsa Israel dengan sembarangan memberikan persembahan. Bahkan cara hidup mereka pun tidak benar dihadap Tuhan (Maleakhi 2:10-12). Mari kita belajar untuk memberi yang terbaik untuk Tuhan, supaya pada saatnya kita tidak menangis karena persembahan kita diabaikan olehNya.

“ Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.”
Maleakhi 2:13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: