Sekolah Sabar

Ungkapan “sabar ada batasnya” sering dipakai menjadi pembenar bagi orang yang tidak sabaran untuk membenarkan sikapnya yang sulit untuk berlaku sabar. Memang betul untuk menjadi orang sabar sangat tidak mudah, sebab dorongan ego dan nafsu sangat menguasai manusia. Seperti ada tertulis dalam Kitab Yakobus 4:1, “Dari mana datangnya sengketa dan pertengkaran diantara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?”

Perjuangan nafsu biasanya lebih kuat daripada perjuangan sabar maka pada akhirnya sabar sering kalah. Tidaklah heran ada sebagian orang berkata bahwa sabar itu keilmuan tingkat tinggi. Belajarnya setiap hari, latihannya setiap saat, ujiannya sering mendadak dan sekolahnya seumur hidup!!

Saudaraku, sabar itu berlaku untuk berbagai hal. Seperti keadaan hidup yang tak kunjung membaik (ekonomi, kesehatan, keluarga), doa yang sepertinya tidak ada jawaban atau terhadap sikap orang yang menjengkelkan dan terhadap perbedaan pendapat. Untuk hal hal itu, kita sering tidak bisa sabar. Namun kita mau belajar untuk bisa menjadi pribadi yang sabar. Alkitab berkata, “Orang sabar itu melebih pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebih orang yang merebut kota.”

Lalu kapan itu terjadi? Ya.. sabarlah…

“ Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”
Roma 12:12 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: